Ada sebuah kisah yang sangad menarik dan mengharukan......
Ada seorang janda yang sudah tua, dia hidup berdua bersama dengan anak satu-sayunyanya...
anaknya mempunyai tabiiat yang sanagt buruk: suka mencuri, berjudi, mengadu ayam dan banyak lagi. Ibu itu sering menangis memikirkan anaknya....
Beliau sering berdoa memohon kepada Tuhan supaya anaknyamenjadi baik dan bertobat. Suatu hari anak itu kembali mencuridan tertangkap oleh polisi.
anak itu diadili dan dijatuhi hukuman pancung, hukuman itu akan dilakukan esok hari dan tepat pada saat lonceng berdentang jam 6 pagi...
Si ibu menangis dan meratapi nasib anak semata wayangnya..dan berdoa berlutut kepada Tuhan ;" Tuhan ampuni anak hamba, biarlah hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosa anak hamba".
Dengan tertatih-tatih dia lalu mendatangi rajadan mohon supaya anaknya dibebaskan, tp keputusan raja dan hukum sudah bulat dan tidak bisa di ganggu gugat oleh siapappun!!
Dengan hati hancur, sang ibu kembali kerumahnya, dan tak hentin2nya dia berdoa supaya anaknya diampuni. Keesokan harinya masyarakat berbondong-bondonguntuk menyaksikan hukuman tersebut.
Sang algojo kelihatan sudah siapp dan anak itu sudah pasah dengan nasibnya.
Selintas terbayang wajah tua ibunya yang sudah renta dan ia manangis serta menesali perbuatannya.
Detik-detik yang dinantikan sudah tiba, lonceng belum juga berdentang, sudah lewat 5 menit dan suasana mulai berisik, dan akhirnya sang petugas itu datang dan hendak ngecek ada apa sebenrnya dengann lonceng tersebut, kkarena dia sudah sejak lama menarik tali lonceng itu tp tidak kunjung bunyi.
Saat mereka panik dan merasa bingung, tiba2 dari seutas tali lonceng tersebut mengalir darah, dan dari beberapa dari petugas nik keatas untuk menyelidiki suber mengalirnya darah tersebut.
Dan ternyata, di lonceng itu ad sebongkah mayat seorang ibu yang sudahh tua dan renta dengan kepala hancur berlumuran darah, ibu itu memeluk bandul lonceng tersedbut biar tidak berbunyi dan dan kepalanya yang terbentur didinding lonceng itu. seluruh orang orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata..
Si anak meraung-raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan oleh sang petugas tadi. dia sedih dan menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya.
Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat keats lonceng dan mengikatkandirinya ke lonceng untuk menghindari hukuman pancung anaknya.
Dari sini sangatlah jelas tergambar jika kasih seorang igu untuk anaknya itu sangat besar dan tiada bandingnya...meskipun jahat prilaku si anak, Ia ttp mengsihi anaknya dengan sepenuh hati dan hidupnya.
Untuk itu maillah kita mengasihi orang tua kita seaggi kita masih mampu karena mera\eka adalah sumber kasih Tuhan bagi kita di dunia ini...
i loph u mom.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar